Dibuka PSB PesantrenBisnis.com SMP IT dan SMK IT Istana Mulia
A. Info PSB - PPDB Klik disini.
B. Daftar Online Klik disini.
C. Data Sementara Calon Peserta Tes PSB Klik disini.

Senin, 15 Juni 2015

Cara Yusuf Mansur memudahkan santri menghafal al-Qur’an

Kembar 3 ini tdk perlu menghafal, tapi hanya butuh gulungan kalender

Allah sudah memudah kan al-Qur’an kepada hamba-Nya. Hal itu tertulis dalam surat al-Qamar ayat 17, yang artinya:”Dan Sesungguhnya Telah kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran?”

Itulah yang diyakini oleh tiga hafidz kembar Hannan, Mannan dan Ihsan. Mereka mengaku punya resep alias metode berbeda untuk menghafal. Tidak dengan menghafal namun membaca. Kok?

“Nggak perlu menghafal. Kalian hanya perlu membaca sebanyak 60 kali,” Kata Ihsan menirukan ucapan ustadznya yang Pengasuh PPPA Daarul Quran (Daqu), Ketapang, Tangerang, Ustadz Yusuf Mansur.

Ihsan meyakini bahwa otak kita berbeda-beda, ada yang perlu membaca 20 kali, ada yang punya kemampuan 40 kali atau 60 kali bahkan ada yang 80 kali mengulang per ayat. “Jika diulang dengan sendirinya akan hafal,” terangnya.

“Kalau ayatnya panjang dipotong dua, atau tiga bagian. Rata-rata 60 kali satu ayat diulang. Seperti perumpaan orang yang bolak-balik pada suatu tempat, tentu akan lebih hafal 60 kali dibanding yBersamaDlak-balik sebanyak 40 kali. Pohonnya ada di sini, tong sampahnya ada di sini, kursinya di sini dan lainnya,” kali ini Mannan.

Rata-rata mereka menghafal satu halaman setengah jam. “Kalau kurang nempel kami nambahin lagi,” kata Ihsan. Ia mencontohkan misalnya Yaa Siin 60 kali, wal qur’aanil hakiim itu 60 kali.

“Satu halaman dibagi dua lagi, yang atas diulang 60 kali, setelah menempel, gantian yang bawah dibaca 60 kali. Setelah bagian bawah nempel, ulang lagi dari atas hingga ke bawah. Insya Allah tidak akan gampang lupa,” terang keduanya yang ditemui BersamaDakwah saat jeda syuting film layar lebar “Tausiyah Cinta” di Insan Cendekia Madani Boarding School, Serpong, Sabtu (16/5).

Bahkan, kata Ihsan, di Mesir ada yang satu ayat dibaca 400 kali. “Jadi mereka ketika disuruh menghafal alfatihah dari (ayat) paling bawah pun bisa, tapi kalau kita disuruh seperti itu belum tentu bisa.”

Mereka yang tinggal khusus di rumah Ustadz Yusuf Mansur itu mengaku talaqqinya tidak sering memang dengan ust. Yusuf Mansur, namun jika talaqqi dengan ustadz YM mereka akan mendapatkan sifat tegas, bahkan berupa cambukan.

“Cambukannya bukan marah. Namun untuk melecut kami agar benar hafalannya, tidak salah-salah. Cambukanya itu dengan kalendar yang digulung, tak hanya sebuah kalender tapi 10 kalendar yang digulung,” kata Ihsan yang lebih banyak bicara. Sementara si sulung kembar, Hannan, tidak ikut wawancara karena sedang persiapan syuting film.

“Kalendarnya pernah kita umpetin. Ustadz Yusuf Mansur pun akhirnya nyari sesuatu di dapur yang bisa dipakai untuk memukul,” imbuh Mannan.

Sekadar untuk diketahui, untuk membedakan mereka itu ternyata tidak sulit. Mannan, si tengah, agak lebih kecil postur tubuhnya, Ihsan ‘bungsu’ bertahi lalat dan Hannan posturnya agak gede karena paling senior dari tiga kembar tersebut.

Mereka menyarankan bagi penghafal al-Qur’an tidak ganti mushaf al-Qur’an, “Jangan ganti-ganti mushaf. Kalaupun ganti harus ganti yang sama. Kalau bisa bahasa Arab lebih enak, jadi runtun ceritanya kayak baca novel gitu,” kata Mannan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar