Dibuka PSB PesantrenBisnis.com SMP IT dan SMK IT Istana Mulia
A. Info PSB - PPDB Klik disini.
B. Daftar Online Klik disini.
C. Data Sementara Calon Peserta Tes PSB Klik disini.

Jumat, 26 Juli 2013

Pendaftaran SMPIT Istana Mulia 2014

Kabar Gembira bagi Anda yang memiliki anak laki laki yang senang dengan internet, dan senang dengan belajar dengan konsep alam terbuka, kini telah Dibuka PSB PesantrenBisnis.com SMP IT Istana Mulia 2014 - 2015.

Gelombang ke 1 Mendapat Potongan Uang Pangkal RP. 3 juta (1 Juli 2013 sd 30 September 2013/Quata Discount dan Jml Kursi Terbatas)

PesantrenBisnis.Com SMPIT Istana Mulia Daftar Online Klik disini.

Kamis, 04 Juli 2013

Kurikulum Pesantren Unggulan

KURIKULUM pesantren unggulan dengan kualitas alumninya banyak memberi kontribusi terhadap kemajuan bangsa Indonesia, walau demikian status pesantren agaknya terkesampingkan daripada lembaga pendidikan formal lainnya. Kendati demikian, pesantren tetap kokoh berdiri dengan kemandiriannya tanpa intervensi dari pemerintah. Sehingga memiliki bergaining position (posisi tawar) yang menarik ditengah-tengah ‘percaturan’ pendidikan nasional. Yang pada akhirnya pesantren banyak dibicarakan oleh lembaga pemerintah untuk diberi perhatian.

Terlepas dari kekurangan, nilai-nilai yang ditanamkan di pesantren terbukti membuahkan hasil dengan prestasi alumninya yang berdedikasi dan loyalitas tinggi walaupun selepas mesantren mereka berkarier dan menjadi orang besar. Mereka tetap bekerja secara profesional dengan menjunjung tinggi nilai kesederhanaan, memiliki ukhuwah yang tinggi, disiplin serta berani memperjuangkan nilai-nilai moral-spiritual karena prinsip yang ditanamkan di pesantren pada dasarnya untuk mengabdi pada agama dan bangsa.

Produk pesantren yang berkontribusi terhadap bangsa, antara lain adalah Gus Dur, Prof Mahfud MD, Dr Hidayat Nurwahid, Dr Hasyim Muzadi, Prof Said Aqil Siradj, Prof Dien Syamsudin, Prof Jimly As-Shiddiqi, dan masih banyak tokoh lain alumni pesantren yang berkontribusi terhadap perkembangan negara dan bangsa ini. Pesantren menarik perhatian banyak kalangan, meskipun kurikulumnya berbeda dengan kurikulum pendidikan lainnya.

 Interaksi santri

Asrama adalah wadah untuk mengaktualisasikan tiga pusat pendidikan yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Di dalam pesantren terbentuk tiga komponen sekaligus sebagai proses pembelajaran peserta didik. Interaksi santri sebagai peserta didik dengan gurunya, pengurusnya, dan kyainya terwujud dalam satu lingkungan yang mencakup keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Kyai atau guru mengemban posisi sebagai pendidik sekaligus pemimpin keluarga yang mendidik serta mengajarinya ilmu pengetahuan, nilai moral, dan humanisme dengan harapan berguna dalam kehidupan bermasyarakat.

Kumpulan santri dalam asrama saling berinteraksi dan bersosial sehingga membentuk masyarakat dengan suasana keakraban, kemudian terbentuk suatu peradaban. Tiga pusat pendidikan (keluarga, sekolah, masyarakat) memberi efek dominan dalam pembentukan kualitas (pengetahuan dan moral) peserta didik.

Perbedaan mendasar antara pesantren dan lembaga pendidikan lainnya adalah dinamika kehidupan dalam pesantren terjalin lebih harmonis ketimbang yang lainnya. Sehingga, dapat kita simpulkan dengan pertanyaan ini adakah santri yang berdemo kepada pengasuhnya dan melakukan tawuran dengan pesantren lainnya?

Disadari atau tidak kualitas mental alumni pesantren lebih unggul dibandingkan lembaga pendidikan lainnya baik akademis maupun moral. Jejak kehidupan pesantren yang terekam dalam kurikulumnya menginformasikan bahwa eksistensi pesantren adalah proses pendidikan yang sebenarnya.

Pesantren dengan dinamikanya membuat peserta didiknya tidak memikirkan hal semacam tawuran dan berdemo. Berdemo adalah hal yang tidak terpikirkan dalam benak mereka. Sebab, kedudukan kyai atau pengasuhnya sebagai figur sentral serta sebagai pemimpin keluarga layaknya orang tua bagi anak yang mengikat dalam satu ikatan batin.

Demo dan tawuran adalah karena minusnya silaturrahim dan komunikasi yang baik. Hampir tidak kita jumpai tawuran antarpesantren.

Silaturrahim dan kedekatan komunikasi yang terjalin baik tidak mungkin akan terjadi demikian (tawuran dan demo). Dalam bahasa kelakarnya titik pembeda antara lembaga pendidikan formal dan pesantren adalah yang satu suka tawuran dan yang satu lagi suka bersilaturrahmi.

 Eksistensi pesantren unggulan

Pesantren adalah lembaga pendidikan yang menerapkan kurikulum 24 jam dan tidak menjanjikan ijazah sebagai posisi di atas segala-galanya. Eksistensi pesantren sebagai basis terkuat yang berkontribusi bagi bangsa ini. Adalah karena mampu melahirkan alumnus yang berkualitas dan berbudi pekerti luhur. Keunikan pesantren tidak dimiliki selainnya karena fokus pesantren terhadap nilai-nilai kemasyarakatan, moral dan spiritual sebagaimana yang tersusun dalam kurikulum.

Dinamika pesantren di bawah asuhan kyai sebagai figur sentral, dan pengurus pesantren membantu kyai dalam proses belajar mengajar. Ketiga-tiganya (kyai, pengurus pesantren, dan santri) berinteraksi selama 24 jam dari tidur sampai tidur lagi dalam satu lingkungan. Secara tidak langsung dalam satu ruang dan waktu lembaga tersebut berhasil menciptakan keluarga, sekolah, dan masyarakat sekaligus.

Selain belajar, pesantren memberikan fasilitas untuk mengembangkan skill dan leadership yakni dengan kegiatan pengelolaan pesantren melalui fasilitas-fasilitas pesantren seperti koperasi, bakti sosial, dan kegiatan lainnya yang membangkitkan kreatifitas peserta didik atau santri. Diharapkan dengan fasilitas-fasilitas tersebut para santri menemukan dan memiliki skill masing-masing agar dapat menjadi bekal hidupnya tanpa berharap besar untuk menjadi pegawai.

Fenomena masyarakat terhadap orientasi pendidikan berseberangan dengan orientasi yang diterapkan dalam pesantren. Karena pada umumnya bersekolah berorientasi untuk selembar Ijazah tanpa memenuhi standar kompetensi dan kualifikasi atau ‘asal-asalan’. Sehingga tidak sedikit yang menganggur setelah menyelesaikan jenjang pendidikannya, perlu diketahui bahwa hakikat pendidikan sejatinya adalah menemukan dan mengembangkan potensi dirinya dan menumbuhkembangkan kreativitas dan moral spiritual dalam jiwa masing-masing untuk kemajuan bangsa.

Sesungguhnya yang dibutuhkan bangsa kita adalah pendidikan yang mendidik peserta didiknya untuk memajukan bangsa dalam berbagai bidang. Sekali lagi kemandirian pesantren dan alumninya adalah bukti yang sebanding dengan orientasi pendidikan yang ‘nyata’ ditanamkan dalam dinamika pesantren dengan sistem yang sedemikian rupa sebagai proses pendewasaan diri serta sebagai wahana untuk mendidik karakter anak bangsa dan sebagai lembaga pendidikan yang peduli terhadap kemajuan bangsa.

Maka pesantren layak dijadikan solusi untuk meningkatkan Indeks Prestasi Manusia (IPM) Indonesia dan sepantasnya mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah berupa perhatian dan kesempatan yang sama, seperti pendidikan formal lainnya untuk bersama-sama mengatasi keterpurukan pendidikan tanah air karena berdasarkan United Nation Development Program (UNDP) 2011 survei IPM posisi pendidikan Indonesia berada pada posisi 124 dari peringkat IPM 187 negara dan berada pada urutan ke lima di tingkat ASEAN. Nah!

* Muhammad Khaerul Muttaqien, Alumni Islamic Training Teachers College Darussalam Gontor, dan Mahasiswa Fakultas Agama Islam  Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Selasa, 21 Mei 2013

8 Cara Agar Anak Menjadi Unggul


Apa cara agar anak menjadi unggul ? baik unggul dalam keimanan, keilmuan dan unggul dalam financial ?

ini dia 8 Cara Agar Anak Menjadi Unggul yang Anda butuhkan.  Ada beberapa cara agar anak menjadi unggul sebagaimana yang kita dambakan.  

Cara Unggul Pertama : Bagi Anda yangbelum menikah, maka carilah pasangan yang unggul. baik unggul dalam keturunan, kecantikan, keimanan, keilmuan dan unggul dalam financial. Karena Anak unggulan biasanya didapat dari orang tuanya melalui dna orang tua, maka langkah awal untuk mendapatkan anak  yang unggulan adalah dengan mencari pasangan yang unggulan pula.

Tapi Anda harus faham bahwa Anda akan mendapat pasangan yang unggul jika diri Anda sudah disiapkan untuk ungul dan layak mendapat yang unggul. (lihat artikel agar anda mendapat pasangan unggul)

Cara Unggul Kedua : Untuk sang ibu, pastikan mensuplai makanan yang halal dan thoyib (cukup gizi), dan jangan lupa lakukan senam hamil untuk memastikan bayi anda akan lahir dengan sehat dan kuat. Seorang ibu yang hamil dianjurkan untuk banyak beramal sholeh, seperti sholat, sedekah, silaturahim, baca Al-Qur’an, menghadiri majliz dzikir atau majelis ilmu, dll.

Cara Unggul Ketiga : Tumbuhkan kecintaan diri kita dan anak kita pada akidah dan keyakinan agama yang lurus. Karena itu merupakan benteng terbaik untuk memproteksi anak dari ide-ide sesat dan pergaulan yang semakin bebas.

Cara Unggul Keempat : Berikan anak untuk mencontoh idola yang baik, yakni siroh Rasulullah, kisah 10 sahabat Rasul yang dijamin masuk surga, para pejuang Muslim, pengusaha Mulim yang sukses, dll. Jangan sampai anak mengidolakan tokoh atau superhero produk kebudayaan barat yang mengutamakan nilai kebebasaan dan materi sebagai standar perbuatan.

Cara Unggul Kelima : Biasakan diri Anda dan anak beramal sholih. Kebiasaan baik tidak terbentuk secara instan tetapi melewati proses pembinaan yang perlu kontrol dari orang tua. Mulailah dari sekarang, dan jangan menunda lagi

Cara Unggul Keenam : Berikan Reward dan punishment yang bijak dan penuh hikmah. Sistem hadiah dan sanksi dapat memberikan pelajaran langsung kepada anak tentang hasil dari suatu perbuatan baik atau sebaliknya. 

Cara Unggul Ketujuh : Berikan contoh kepada anak-anak. Pendidikan tanpa tauladan dari guru adalah pendidikan yang hampa, anak terbiasa melihat orang tua dalam beraktivitas. Jaga aktivitas anda agar selalu dalam jalan kebaikan niscaya anak akan meneladani jalan tersebut

Cara Unggul Kedelapan : Komitmen dengan Kewajiban dan hak yang tepat sesuai. Mengetahui hal-hal apa yang termasuk kategori kewajiban dan hak dapat menyelaraskan pola pikir anak-anak tentang kehidupan. Mereka akan mengutamakan kewajiban terlebih dahulu sebelum meminta haknya dipenuhi.

Selasa, 30 April 2013

Pesantren Unggulan Al-Bayan



Apa itu Pesantren Unggulan Al-Bayan ? 
Siapa pendiri Pesantren Unggulan Al-Bayan ? 
Mengapa Pesantren Unggulan Al-Bayan didirikan ? 
Apa saja unit sekolah Pesantren Unggulan Al-Bayan ? 
Apa saja program unggulan Pesantren Unggulan Al-Bayan ? 
Siapa saja pengajar Pesantren Unggulan Al-Bayan ? 
Apa visi Pesantren Unggulan Al-Bayan ? 
apa misi Pesantren Unggulan Al-Bayan ? 
apa prestasi lokal dan nasional serta prestasi internasional Pesantren Unggulan Al-Bayan ? 
dimana alamat Pesantren Unggulan Al-Bayan ? 
Kapan penerimaan siswa baru Pesantren Unggulan Al-Bayan ?
 kapan pengumuman hasil tes Pesantren Unggulan Al-Bayan ? 
berapa biaya Pesantren Unggulan Al-Bayan ? 
apa saja sarana prasarana Pesantren Unggulan Al-Bayan? 
Apa kegiatan santri Pesantren Unggulan Al-Bayan ? 
Semua pertanyaan ini bisa anda temukan di alamat webnya! Selamat membaca.

Senin, 15 April 2013

Metode Pembelajaran Pesantren Unggulan

Apa pentingnya Metode Pembelajaran Pesantren Unggulan ? Apa sarana Metode Pembelajaran Pesantren Unggulan sehingga targetnya bisa tercapai ? Berikut adalah contoh Metode Pembelajaran Pesantren Unggulan

Metode Pembelajaran “Ibtidaiyah”
Dar Al-Mustafa,Tarim,Hadramawt

•    Al-Qur’anul Karim

1) Membaca (Tilawah) =  Membaca Al-Qur’an (Secara Keseluruhan) Dengan Hukum Tajwid.
2) Menghafal (Hifd) = Menghafal 2 Juz Al-Qur’an (Juz 29&30) Dan Surat-Surat Al-Qur’an Seperti (Al-Waqiah, Ad-Dukhon, Yaasin, As-Sajadah,Al-Kahfi,Dan Al-Baqarah).
3) Ilmu Tafsir Al-Qur’an = Mempelajari Ilmu Tafsir 2 Juz Al-Qur’an (Juz 29&30) Dan Surat-Surat Al-Qur’an Seperti (Al-Waqiah, Ad-Dukhon, Yaasin, As-Sajadah,Dan Al-Kahfi ‘’Imam Jalaluddin Al-Mahalli Dan Imam Jalaluddin As-Suyuti Atau Lebih Dikenal Dengan Tafsir Al-Jalalain’’).
4) Ilmu Tajwid = Mempelajari Ilmu Tajwid Dari Kitab (Taysir Ahkam Tajwid ‘’Syekh Doktor Yahya Abdur Rozaq Al-Ghoutsani’’).

•    Hadits An-Nabawi
1) Ar-Riwaayat =
- Menghafal & Mempelajari Syarah Kitab (Mukhtar Al-Hadits As-Syariif ‘’Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz’’).
- Menghafal   & Mempelajari Syarah Kitab (Nurul Iman Min Kalam Habibur Rohman ‘’Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz’’).
- Menghafal   & Mempelajari Syarah Kitab (Qutuful Faalihin Min Riyadhus Sholihin ‘’Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz’’).
2) As-Siroh = Mempelajari Ilmu Sejarah Islam An-Nabawiyah Level ‘’Dar Al-Mustafa’’ (Disusun Oleh Lembaga Pendidikan Dar Al-Mustafa).

•    Hukum-Hukum Fiqih Islam =
- Mempelajari Kitab (Ad-Dzakhiroh Al-Musyarrofah Lil Mubtadi’in ‘’Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz’’).
- Mempelajari Kitab (Ar-Risalatul Jaami’ah Wa Tadzkirotun Naafiah ‘’Al-Imam  Habib Ahmad bin Zein Al-Habsyi’’).
- Mempelajari Kitab (Safinatun Naja’ Fil Fiqh As-Syafi’i ‘’As-Syeikh Salim bin Abdullah bin Smeir Al-Hadromi’’).
- Mempelajari Kitab (Mukhtasar Al-Latief Fil Fiqh As-Syafi’i ‘’As-Syeikh Abdullah bin Abdurrahman Balhaj Bafadhal’’).
- Mempelajari Kitab (Risalatus Sullam At-Taufiq Fil Fiqh As-Syafi’i ‘’Al-Imam Habib Abdullah bin Husein bin Thohir Ba’alawi’’).
- Atau Mempelajari Kitab-Kitab Fiqh Yang Setara Dengan Diatas Bermadzhab Ahli Sunnah Wal Jama’ah.

•    Ilmu Iman & I’tikad =
- Menghafalkan Rukun Iman Beserta Syarah-Syarah Maknanya, Seperti Makna Yang Dibawah Ini:
ﭽ ﮝ  ﮞ  ﮟ  ﮠ  ﮡ  ﮢ      ﮣﮤ  ﮥ  ﮦ   ﮧﮨ   ﮩ  ﮪ  ﮫ  ﮬ  ﭼ الحشر: ٢٢
ﭽ ﯽ  ﯾ           ﯿﰀ  ﭼ البقرة: ١٦٣
ﭽ ﮏ   ﮐ  ﮑ  ﮒﮓ  ﭼ الزمر: ٦٢
ﭽ ﮑ  ﮒ  ﮓ     ﮔ  ﮕ  ﮖ  ﭼ البقرة: ٢٨٤
ﭽ ﯾ  ﯿ  ﰀ  ﰁ  ﰂ   ﭼ البقرة: ٢٨٢
ﭽ ﭲ  ﭳ  ﭴ  ﭵ  ﭶ  ﭷ  ﭸ   ﭼ غافر: ١٩
(محمّد رسول الله وخاتم النّبيين)، (أرسل الله رسلا كثيرين أولهم أبونا آدم وآخرهم نبينا محمد صلّى الله وسلّم وبارك عليه وعليهم أجمعين ومنهم إدريس ونوح وهود وصالح وإبرهيم وإسماعيل وإسحاق ولوط وموسى وعيسى).
(Disusun Oleh Lembaga Pendidikan Dar Al-Mustafa).
-  Menghafalkan Beserta Syarah Kitab (Aqidah Al-Mujmalah ‘’Al-Imam Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad’’.
-  Mengahafalkan Beserta Syarah Kitab (Aqidatul Awam Serta Bait-Baitnya ‘’Al-Imam Ahmad  bin Ramadhan Al-Marzuki’’).
-  Mempelajari Kitab Aqidatul Islam ‘’Al-Imam Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad’’).
-  Mempelajari Kitab (Durus At-Tauhid ‘’Al-Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz’’).
-   Mempelajari Kitab (Ringkasan Sebagian Dalil-Dalil Ahli Sunnah Wal Jama’ah Di Sebagian Permasalahan Oleh Yang Melakukan Bid’ah ‘’Disusun Oleh Lembaga Pendidikan Dar Al-Mustafa’’.

•    Al-Ihsan Wa Tazkiyah =
- Menghafalkan Beserta Syarah Bait Kitab (Riyadhotus Shibyan ‘’Al-Imam As-Syeikh Muhammad bin Ahmad Ar-Ramli’’).
- Mempelajari Kitab (Bidayatul Hidayah ‘’Al-Imam Hujjatul Islam Abi Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghozali’’).

•    Bahasa Arab =
- Imla’ Dan Memperindah Tulisan Dari Kitab (Durus Fii Qowaaidul Imla’ ‘’Disusun Oleh Lembaga Pendidikan Dar Al-Mustafa’’).
- Mempelajari Kitab (Asaasiat Fi Tahsinil Khot Al-Arabiy1 ‘’Ustadz Murod bin Ramadhan Bakhreisah’’).

•    Ilmu Nahwu =
- Mempelajari Kitab (Durus Asas Fin Nahwu ‘’Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz’’).
- Mempelajari  Kitab (Al-Jurumiyyah ‘’Al-Imam Muhammad bin Muhammad bin Ajrum As-Shonhaji’’).

•    Ilmu Dakwah =
- Mempelajari Kitab (Ad-Da’wah Taammah ‘’Al-Imam Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad’’).

•    Tarikh Islam =
- Mempelajari Kitab (At-Ta’rif Bis Saabiqin Al-Awwalin Minal   Muhajirin Wal Anshor Wa Biman Aslama A’amul Fath Wabil Wufud ‘’Disusun Oleh Lembaga Pendidikan Dar Al-Mustafa’’).
- Mempelajari Kitab (Tarikh Khulafa’u Rosyidin ‘’Disusun Oleh Lembaga Pendidikan Dar Al-Mustafa’’).

Metode Pembelajaran “ I’dadiyah ”
Dar Al-Mustafa,Tarim,Hadramawt

•    Al-Qur’anul Karim
1) Membaca (Tilawah) =  Membaca Al-Qur’an (Secara Keseluruhan)   Dengan Hukum Tajwid.
2) Menghafal (Hifd) = Menghafal 15 Juz Al-Qur’an (Mulai Surat Al-Fatihah Sampai Surat Al-Kahfi).
3) Ilmu Tafsir Al-Qur’an = Mempelajari Ilmu Tafsir Al-Qur’an Mulai Surat Al-Fatihah Sampai Surat Al-Kahfi (Tafsir Al-Jalalain ‘’Imam Jalaluddin Al-Mahalli Dan Imam Jalaluddin As-Suyuti’’).
4) Ilmu Tajwid = Mempelajari Ilmu Tajwid Dari Kitab (Ahkam Nadhoriyah Wa Mulahadhoot Tatbiqiyyah ‘’Syekh Doktor Yahya Abdur Rozaq Al-Ghoutsani’’).

•    Hadits An-Nabawi
1) Ar-Riwaayat = Menghafal & Mempelajari Syarah Setengah Juz Pertama[1] Kitab (Riyadhus Sholihin ‘’Al-Imam Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Sharaf An-Nawawi’’).
2) Ad-Dirayah = Mempelajari Ilmu Hadits Dari Kitab (Qawaidul Asasiyah Fii Mustolahul Hadits ‘’Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliky’’.
3) As-Siroh =
- Mempelajari Ilmu Sejarah Islam Dari Kitab (Durus Syiroh An-Nabawiyah ‘’Habib Hadi bin Ahmad Al-Haddar’’).
- Mempelajari Ilmu Sejarah Islam Dari Kitab (Tarikhul Hawadits Wal Ahwal An-Nabawiyyah ‘’Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliky’’.

•    Hukum-Hukum Fiqih Islam =
- Mempelajari Kitab (Muqadimah Al-Hadramiyyah ‘’As-Syeikh Abdullah bin Abdurrahman Bafadhal Al-Hadromiy’’).
- Mempelajari Kitab (Matn Al-Ghoyah Wat Taqriib Fil Fiqh As-Syafi’i ‘’Al-Imam Abi Syuja’ Husein bin Ahmad Al-Asfihaniy’’).
- Atau Mempelajari Kitab-Kitab Fiqh Yang Setara Dengan Diatas Bermadzhab Ahli Sunnah Wal Jama’ah.

•    Ilmu Iman & I’tikad =
-  Mempelajari Kitab (Qawaaidul Aqaid Min Kitab Ihya’ Ulumuddiin ‘’Al-Imam Hujjatul Islam Abi Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghozali’’).

•    Al-Ihsan Wa Tazkiyah =
- Mempelajari Kitab (Risalatul Muawanah Wal Mudhoharoh Wal Muazaroh Lil Rooghibin Minal Mu’minin Fii Suluk Toriqil Akhiroh ‘’Al-Imam Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad’’).

•    Bahasa Arab =
Ilmu Nahwu =
- Mempelajari Kitab (Tuhfatus Saniyyah Syarah Matn Al-Jurumiyyah ‘’As-Syeikh Muhyiddin Abdul Hamid’’).
- Mempelajari  Kitab (Milhatul I’rab ‘’Al-Alamah Abi Muhammad Al-Qasim bin Ali bin Muhammad bin Utsman Al-Haririy Al-Basriy’’.
Al-Balaghah = Mempelajari Kitab (Durus Fil Balaghah ‘’Disusun Oleh Lembaga Pendidikan Dar Al-Mustafa’’).
Imla’ Dan Memperindah Tulisan =
- Mempelajari Kitab (Durus ِAsasiyah Fil Qowaaidul Imla’iyah ‘’Ustadz Abdullah bin Salim Bakhreisah’’).
- Mempelajari Kitab (Asaasiat Fi Tahsinil Khot Al-Arabiy2 ‘’Ustadz Murod bin Ramadhan Bakhreisah’’).

•    At-Ta’bir = Mempelajari Ilmu Ta’bir Dari Kitab (Durus At-Ta’bir ‘’Disusun Oleh Lembaga Pendidikan Dar Al-Mustafa’’).

•    Ilmu Dakwah =
- Mempelajari Kitab (Maqasid Halaqatut Ta’lim Wa Wasaailiha ‘’Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz’’).
-  Mempelajari Kitab (At-Thowali’us Sa’diyyah Fii Bayan Mahamud Da’watil Fardiyah ‘’Sayyid Muhammad bin Abdurrahman Assegaf’’).
-  Mempelajari Kitab (Haakadza Falnad’u Lil Islam ‘’Syeikh Doktor Muhammad Said bin Ramadhan Al-Buuthi’’).

•    Tarikh Islam =
-  Mempelajari Kitab (Akhbarus Sabithin Wa Arozul A’lam Fi Zamaniha ‘’Disusun Oleh Lembaga Pendidikan Dar Al-Mustafa’’).
- Mempelajari Kitab (Mulakhis Lit Tarikh Ashri Daulatain Al-Amawiyah Wal Abaasiyyah Ma’a Tarkiz Alal A’lam Wat Tisa’ Riqatil Islam Balaghah ‘’Disusun Oleh Lembaga Pendidikan Dar Al-Mustafa’’).

•    Al-Hisaab =
-  Mempelajari Ilmu Hisab Dari Kitab (Durus Fil Hisab Lii Marhalatil I’dadiyah As-Syar’iah Bii Dar Al-Mustafa ‘’Sayyid Abdurrahman bin Hamid Bilfaqih&Sayyid Muhammad bin Ahmad bin Smeit’’).

Metode Pembelajaran “Tsanawiyah”
Dar Al-Mustafa,Tarim,Hadramawt

•    Al-Qur’anul Karim
1) Membaca (Tilawah) = Tadarrus Al-Qur’an 3 Juz Setiap Harinya (Secara Hafalan)
2) Menghafal (Hifd) = Menghafal 15 Juz Al-Qur’an (Mulai Awal Surat Kahfi Sampai Surat An-Naas).
3) Ilmu Tajwid = Mempelajari Kitab (Syarah Muqadimmah Al-Juzriyyah ‘’Syeikhul Islam Al-Imam Abi Yahya Zakariya bin Muhammad bin Ahmad  bin Zakariya Al-Anshori’’).
4) Ilmu Tafsir Al-Qur’an = Mempelajari Ilmu Tafsir Al-Qur’an Dari Kitab (Mukhtasar Tafsir Al-Baghowi ‘’Syeikh Abdullah bin Ahmad bin Ali Az-Zeid’’).
5) Ilmu Qur’an = Mempelajari Ilmu Tajwid Dari Kitab (Mulakhash Fii Usuul Tafsir Wa Ta’rif Muwajaz Bil Qiraatis Sab’a ‘’Disusun Oleh Lembaga Pendidikan Dar Al-Mustafa’’).

•    Hadits An-Nabawi
1) Ar-Riwaayat = Menghafal & Mempelajari Syarah Setengah Juz Kedua[2] Kitab (Riyadhus Sholihin ‘’Al-Imam Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Sharaf An-Nawawi’’).
2) Ad-Dirayah =
- Mempelajari Ilmu Hadits Dari Kitab (Durarul Bahiyyah Fii Syarah Al-Mandhumah Al-Bayquniyyah ‘’Syeikh Muhammad Badruddin Al-Hasani’’.
- Mempelajari Ilmu Hadits Dari Kitab (Minhalul Latif Fii Usuul Hadits As-Syarif ‘’Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliky’’).
3) As-Siroh =
- Mempelajari Ilmu Sejarah Islam Dari Kitab (Hadaaiqul Anwar Wa Matholiul Asrar Fii Syiroh Nabiiyil Mukhtar ‘’Syeikh Muhammad bin Umar Bahraq Al-Hadromiy’’).
•    Hukum-Hukum Fiqih Islam
Ilmu Fiqh =
- Menghafalkan Beserta Syarah Kitab (Shofwatus Zubad Fil Fiqh As-Syafi’i ‘’Syeikh Ahmad bin Ruslan As-Syafi’i ’’).
- Mempelajari Kitab (Al-Miftah Libab An-Nikah Fil Fiqh As-Syafi’i ‘’Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz’’).
- Mempelajari Kitab (Takmilah Zubdatul Hadits Fii Fiqh Al-Mawarits ‘’Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz’’).
- Mempelajari Kitab (Mandhumatul Ar-Rahabiyyah Fil Faraidh ‘’Syeikh Muhammad bin Ali Ar-Rahbiy’’).
- Atau Mempelajari Kitab-Kitab Fiqh Yang Setara Dengan Diatas Bermadzhab Ahli Sunnah Wal Jama’ah.
Ilmu Usuul Fiqh =
- Mempelajari Kitab (Syarah Waraqat Fii Usuul Al-Fiqh ‘’Syeikh Muhyiddin Al-Mahalli’’).
- Mempelajari Kitab (Labbul Usuul ‘’Syeikhul Islam Al-Imam Abi Yahya Zakariya bin Muhammad bin Ahmad bin Zakariya Al-Anshori’’.
•    Ilmu Iman & I’tikad =
- Mempelajari Kitab (Syarah Mandhumah Jauharatut Tauhid                ‘’ Al’Alaamah Ibrahim Al-Laqaaniy Al-Makkiy’’).
-  Mempelajari Kitab (Al-Hikmah Fii Makhluqatillah ‘’Al-Imam Hujjatul Islam Abi Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghozali’’).
- Mempelajari Kitab (Mulakhos Akhbar Al-Barzakh Wal Aakhirah Min Kitab Ihya Ulumuddin ‘’Diringkas Oleh Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz’’).
•    Al-Ihsan Wa Tazkiyah =
- Mempelajari Kitab (Minhajul Aabidin Ila Jannah Robbil Aalamin Makhluqatillah ‘’Al-Imam Hujjatul Islam Abi Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghozali’’).
- Mempelajari Kitab (Fath Bashoirul Ikhwan Bii Syarah Dawairul Islam Wal Iman Wal Ihsan Wal Irfan ‘’Habib Abdurrahman bin Abdullah bin Ahmad Bilfaqih’’).
- Mempelajari Kitab (Idhoh Asrar Ulumul Muqarrabin ‘’Habib Muhammad bin Abdullah bin Syekh Alaydrus’’).
•    Bahasa Arab =
Ilmu Nahwu =
- Mempelajari Kitab (Mutammimah Al-Jurumiyyah ‘’Al-Alamah Muhammad Ar-Ro’iniy Al-Hithob’’).
- Mempelajari  Kitab (Syarah Qatrun Nada’ ‘’Al-Alamah Abi Muhammad Abdullah Jamaluddin bin Hisyam Al-Anshori’’.
Al-Balaghah = Mempelajari Kitab (Al-Ma’ani-Al-Bayan-Al-Badi’ ‘’Habib Umar bin Alwi bin Abubakar Alkaf’’).
•    Ilmu Dakwah =
- Mempelajari Kitab (Wadhoiful Mu’allim Wal Mursyid Wa Allamaat Ulama’ Akhirat Wa Ulama’ Suu’ Min Kitab Ihya’ Ulumudin ‘’Al-Imam Hujjatul Islam Abi Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghozali’’).
-Mempelajari Kitab (Idhohud Dalaalah ‘’Sayyid Zaid bin Abdurrahman bin Yahya’’).
•    Tarikh Islam =
-  Mempelajari Kitab (Talkhiishot Muujizah An Ahamm Ahdats Tarikhul Muslimin A’br Al-Ushur ‘’Disusun Oleh Lembaga Pendidikan Dar Al-Mustafa’’).

Pesantren Unggulan di Yaman

Kenapa ada Pesantren Unggulan di Yaman ? 
Apa metode Pesantren Unggulan di Yaman ?
Apa tingktan Pesantren Unggulan di Yaman ? 
Siapa saja yang dapat sekolah di Pesantren Unggulan di Yaman ?

Metode pembelajaran Darul-Mustafa, Tarim, Hadramaut, YAMAN
Dar Al-Mustafa Memiliki 4 Sistem Metode Pembelajaran:
1. Sistem Metode Marhala
2. Sistem Metode Husus menghafalan Alqur`an Al-Qur`an
3. Sistem Metode Mud’dah (Pembelajaran Dalam Masa Waktu Tertentu)
4. Sistem Metode Lughoh (Kelas Khusus Belajar Bahasa Arab)

1. Sistem Metode Marhala Memiliki 4 Tingkatan, Yaitu :
1.    Ibtidaiyah Selama 1 tahun
2.    I`dadiyah  Selama 2 tahun
3.    Tsanawiyah Selama  3 tahun
4.    Jami`ah  Selama 4 tahun

Sabtu, 19 Januari 2013

Cara mengenal dan penerapan Konsep PAKEM DIKNAS



Apa Cara mengenal dan penerapan Konsep PAKEM DIKNAS agar sekolah atau pesantren menjadi unggul ?


A. Apa itu PAKEM?

PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan.
Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya, bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Sehingga, jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif, maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. 

Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.

Secara garis besar, gambaran PAKEM adalah sebagai berikut:
Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.
  1. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.
  2. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’
  3. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.
  4. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.
B. Apa yang harus diperhatikan dalam melaksanakan PAKEM?

1. Memahami sifat yang dimiliki anak
Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. Anak desa, anak kota, anak orang kaya, anak orang miskin, anak Indonesia, atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal – terlahir memiliki kedua sifat itu. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat, anugerah Tuhan, tersebut. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya, guru mengajukan pertanyaan yang menantang, dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan, misalnya, merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud.

2. Mengenal anak secara perorangan

Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Dalam PAKEM (Pembelajaran Aktif, Menyenangkan, dan Efektif) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama, melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). Dengan mengenal kemampuan anak, kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal.

3. Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar

Sebagai makhluk sosial, anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu, anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. Berdasarkan pengalaman, anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. Namun demikian, anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang.

4. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah

Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Kritis untuk menganalisis masalah; dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Kedua jenis berpikir tersebut, kritis dan kreatif, berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Oleh karena itu, tugas guru adalah mengembangkannya, antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika …” lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa, berapa, kapan”, yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu).

5. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik

Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAKEM. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. Selain itu, hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan, berpasangan, atau kelompok. Pajangan dapat berupa gambar, peta, diagram, model, benda asli, puisi, karangan, dan sebagainya. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa, dan ditata dengan baik, dapat membantu guru dalam PEMBELAJARAN karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah. 

6. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar

Lingkungan (fisik, sosial, atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar, tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar. Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Pemanfaatan lingkungan dapat men-gembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera), mencatat, merumuskan pertanyaan, berhipotesis, mengklasifikasi, membuat tulisan, dan membuat gambar/diagram.

7. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar

Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. Selain itu, cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka.

8. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental

Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAKEM. Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. Sering bertanya, mempertanyakan gagasan orang lain, dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan, takut disepelekan, atau takut dimarahi jika salah. Oleh karena itu, guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut, baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan ‘PAKEMenyenangkan.’ 

C. Bagaimana Pelaksanaan PAKEM?

Gambaran PAKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama PEMBELAJARAN. Pada saat yang sama, gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Berikut tabel beberapa contoh kegiatan pembelajaran dan kemampuan guru.

Kemampuan Guru
Pembelajaran

Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam.
Sesuai mata pelajaran, guru menggunakan, misal:
Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri
Gambar
Studi kasus
Nara sumber
Lingkungan

Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan.
Siswa:
Melakukan percobaan, pengamatan, atau wawancara
Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri
Menarik kesimpulan
Memecahkan masalah, mencari rumus sendiri
Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri

Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan.
Melalui:
Diskusi
Lebih banyak pertanyaan terbuka
Hasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri

Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa.
Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu)
Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut.
Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan

Guru mengaitkan PEMBELAJARAN dengan pengalaman siswa sehari-hari.
Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri.
Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari

Menilai PEMBELAJARAN dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus.
Guru memantau kerja siswa
Guru memberikan umpan balik